Jumat, 28 Desember 2007

Kenapa Harus Lumbal Pungsi (LP)?

Meningitis atau radang selaput otak, merupakan penyakit yang menakutkan untuk anak. Karena keparahan penyakit sendiri ditambah dengan komplikasi yang mungkin terjadi setelahnya. Angka kematian anak oleh meningitis masih tinggi.
Pertanyaan yang paling sering ditanyakan oleh orang tua ketika anaknya diduga meningitis adalah, " Kenapa harus di lumbal pungsi (LP)?"
Persepsi yang salah tentang lumbal pungsi di masyarakat masih banyak, ada yang mengatakan mengambil sumsum tulang, LP menyebabkan kelumpuhan, dan banyak lagi.
Sangat susah sekali menyakinkan orang tua agar anaknya di LP.Reaksinya bermacam-macam, ada yang menyerahkan semua yang terbaik bagi dokter untuk anaknya (ini yang bagus), ada yang menolak minta dikasih obat aja (obatnya apaan?), ada yang menunggu pendapat dari keluarga yang lain (sampai tanya orang sekampung, padahal LP tak boleh ditunda), ada orang tua yang langsung membawa anaknya pulang ketika dianjurkan LP. Yah pokoknya banyak lah reaksinya.
Lebih baik kita coba aja jawab pertanyaan tadi

"Kenapa harus di lumbal pungsi?"

LP adalah suatu prosedur untuk mengambil cairan Liquor Cerebro-Spinal (LCS) yang berada di dalam ruang subarachnoid yang melingkari seluruh sistem sayaraf pusat. Jadi LP bukan mengambil sumsum tulang. Mengambil sumsum tulang atau Bone Puncture Marrow (BMP) itu dilakukan pada pasien leukemia (mungkin lain kali kalau ada kesempatan akan kita bahas)

"Mengapa Cairan LCS perlu diambil?"
Namanya saja sudah radang selaput otak tentu cairan LCS diambil untuk melihat tanda-tanda radang pada selaput otak dari analisa cairan LCS, melihat sel radang, protein, dan glukosa yang terkandung dalam LCS, pada beberapa rumah sakit rujukan dapat juga dilakukan kultur LCS sehingga kita tau obat apa yang sesuai dengan kuman penyebab Meningitis tersebut.

"Apa benar LP dapat menyebabkan lumpuh (cacat)?"
Mengutip dari buku ajar Neurologi anak ,
"Prognosis pasien meningitis bergantung dari banyak faktor :
1. Umur pasien (makin muda makin jelek)
2. Jenis mikroorganisme penyebab
3. Berat ringannya infeksi
4. Lamanya sakit sebelum mendapat pengobatan
5. Kepekaan bakteri terhadap antibiotik yang diberikan"
Dari no 2,3,4, semakin ganas mikroorganisme, semakin berat infeksi, semakin lama sakit sebelum mendapat pengobatan maka angka kematian dan kecacatan semakin besar.
Jadi sebenarnya bukan LP yang menyebabkan pasien itu lumpuh, tetapi penyakit meningitis itu sendirilah yang menyebabkan kelumpuhan. Tapi herannya orang tua kok tenang saja kalau anaknya lumpuh karena meningitis (tidak di LP), tapi coba aja kalau anaknya meningitis, di LP tidak lama setelah itu lumpuh (padahal lumpuh karena perjalannan penyakitnya) orang tua akan ribut setengah mati bahkan ada yang menuntut dokternya ke pengadilan dengan tuduhan anaknya lumpuh karena di LP.

Bangaimana pengobatan Meninggitis?
Pengobatan utama meningitis adalah antibiotik dengan dosis yang jauh lebih tinggi dari dosis antibiotik biasa (sekitar 3-4 x lipat). Wah bisa dibayangkan bagaimana kerja keras dari hati dan ginjal untuk memetabolisme antibiotik dengan dosis tinggi seperti itu. Seandainya tidak di LP dokter biasanya menganggap bahwa pasien menderita meningitis dan langsung memberikan antibiotik dosis tinggi, syukur jika pasiennya benar-benar meningitis obatnya sesuai. Tapi kalau tidak, coba bayangkan kalau bayi/anak anda (tidak menderita meningitis) dengan berat badan 10 kg mendapat obat ,misal ampisilin sebanyak 6x650 mg (3900mg/hari) sedangkan dosis ampisilin orang dewasa dengan berat 70 kg hanya mendapat 4x500 mg (2000mg/hari). Bisa dibayangkan kerusakan yang terjadi pada hati dan ginjal anak anda.
Segitu saja informasinya semoga blog ini bisa merubah persepsi anda tentang LP, sehingga jika anak anda menderita meningitis anda atau bila anda diminta pendapat dari keluarga (orang kampung) anda tentang LP anda tidak ragu untuk menjawabnya.